Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa dengan suasana yang tertib, khidmat, namun tetap interaktif. Materi Fiqih Ramadhan menjadi salah satu materi inti dalam rangkaian Pesantren Kilat karena berkaitan langsung dengan praktik ibadah puasa yang sedang dijalankan oleh umat Islam selama bulan suci Ramadhan.
Pemahaman Dasar tentang Puasa
Dalam penyampaian materinya, Ust. Teten Setiawan menjelaskan berbagai konsep dasar dalam fiqih puasa Ramadhan secara sistematis dan mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengertian puasa, syarat wajib puasa, syarat sah puasa, rukun puasa, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Tidak hanya itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah puasa dengan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata tidak baik, berbohong, atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan untuk mengendalikan diri, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak. Inilah yang menjadi tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan,” ujar Ust. Teten Setiawan di hadapan para siswa.
Suasana Pembelajaran Interaktif
Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan metode yang komunikatif dan interaktif. Ust. Teten Setiawan memberikan contoh-contoh kasus yang sering dialami oleh para remaja dalam kehidupan sehari-hari saat menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut membuat para siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Sesi tanya jawab pun berlangsung aktif. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan seputar hal-hal yang sering menimbulkan keraguan dalam berpuasa, seperti hukum lupa makan saat puasa, penggunaan obat, hingga aktivitas yang dapat membatalkan puasa.
Antusiasme para siswa terlihat dari perhatian mereka selama kegiatan berlangsung hingga akhir sesi.
Penguatan Karakter Religius
Melalui materi Fiqih Ramadhan pada hari ketiga ini, diharapkan para siswa dapat memahami ibadah puasa tidak hanya dari sisi praktik, tetapi juga dari sisi hukum, hikmah, dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya.
Pesantren Kilat Ramadhan yang dilaksanakan oleh SMPN 6 Satu Atap Bayah menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai religius, membentuk akhlak mulia, serta membiasakan peserta didik untuk menjalankan ibadah dengan benar dan penuh kesadaran.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya menjalankan puasa sebagai kewajiban, tetapi juga mampu menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan masih akan berlanjut dengan berbagai materi dan aktivitas keagamaan lainnya yang bertujuan membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, serta berkarakter kuat. 🌙📖✨


Tidak ada komentar:
Posting Komentar